Problem V-Ixion Oper Gigi Kasar, Nok Harus Sejajar

Mungkin temen-temen sesama pengguna Yamaha V-Ixion sering mengalami kasarnya proses oper gigi ataupun pada saat masuk gigi pertama. Dari informasi dari blogger – blogger yang sering membahas Yamaha V-Ixion, ada yang mengatakan oli mesin yang tidak cocok dan permasalahan lain.

Masalah kerasnya Oper gigi V-Ixion juga sering saya alami, terutama pada saat pagi hari waktu mesin masih dingin. Iseng2 browsing ada informasi penyebab dan solusi Problem V-Ixion Oper Gigi Kasar. Berikut kutipannya :

OTOMOTIFNET – Pernah suatu ketika, bengkel resmi Yamaha Amie Jaya Motor (AMJ) menerima keluhan konsumen pengguna Yamaha V-Ixion. “Keluhan seputar susahnya saat oper gigi. Terutama pada posisi persneling netral,” ucap Yayat Suryana, kepala mekanik bengkel AMJ.

Dengan bekal keluhan itu, pria berkumis tipis ini melakukan beberapa pengecekan dan tentu sekaligus memberikan solusi. Lho kok mesti melakukan beberapa observasi Pak? “Hal itu karena, ada beberapa penyebab yang membuat V-Ixion susah oper gigi,” jelasnya.

Pengecekan pertama, memastikan posisi nok yang ada pada tuas penekan kopling dan nok yang ada di karter mesin sejajar (gbr.1).

“Bila kedapatan 2 nok itu tak sejajar, maka saat tuas kopling ditekan, mekanisme kopling tak bekerja semestinya. Akibatnya, saat melakukan oper gigi akan terasa keras,” terang Yayat.

Nah ada 2 solusi yang bisa dipakai, untuk membuat 2 nok tersebut sejajar lagi. Pertama, lakukan penyetelan yang ada pada pangkal slang kabel kopling (gbr.2). Untuk keperluan tersebut, alatnya cukup pakai kunci pas ukuran 10.

“Bila 2 nok itu belum sejajar, lanjutkan penyetelan berikutnya. Tapi sebelum melakukan solusi yang ke-2, pastikan setelan yang ada di pangkal slang kabel kopling dalam posisi seperti semula,” anjur mekanik cekatan ini.

Untuk cara ke-2, dilakukan penyetelan pada batang penekan pendek tuas kopling. Nah solusi ini pengerjaan dan alat yang dibutuhkan agak banyak. Pasalnya posisi batang penekan pendek tuas kopling, ada di pelat penekan kampas kopling (gbr.3).

“Alat yang mesti disiapkan, kunci T-8 dan kunci pas ukuran 17. Alat-alat tersebut dipakai untuk melepas bak kopling dan tuas starter. Selanjutnya untuk penyetelan, diperlukan kunci pas 10 dan obeng kembang,” lanjut Yayat.

Cara penyetelannya dengan terlebih dulu mengendurkan mur ukuran 10, yang dipakai untuk mengunci batang penekan pendek tuas kopling. Selanjutnya baru memutar batang keluar atau ke dalam, sampai 2 nok tersebut bisa sejajar.

Bila masih susah oper gigi, maka mesti dicek pada part yang namanya tuas penekan kopling. Menurut Yayat, ada kemungkinan terdapat masalah pada batang tuas penekan kopling (gbr.4), sehingga mengganggu kinerja part tersebut saat hendak oper gigi.

Sumber : Otomotifnet.com

Motor Sport Baru Yamaha Bernama Viper

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketika Kompas.com menampilkan gambar motor baru Yamaha jenis sport yang bakal diperkenalkan pada tahun depan, banyak surat pembaca masuk

menanyakan nama motor tersebut. Dari hasil penelusuran kami, ternyata motor berkapasitas mesin 149,8 cc itu akan diberi nama Yamaha Viper.

Dari data Departemen Perindustrian (Depperin), Tanda Pendaftaran Tipe Kendaraan Bermotor (TPT) bernomor 77/IATT/TPT/1/2007 menunjukkan bahwa produk baru merek motor berlambang garpu tala itu dilabeli kode FZ150 dengan nama Viper. Bahkan, masih dari data Depperin, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) telah mengantongi izin untuk memproduksi sebanyak 25.700 unit.

Saat dikonfirmasi, Dyonisius Beti selaku Vice President PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) enggan bercerita lebih lanjut mengenai produk baru tersebut. “Maaf mengenai model baru, sebelum launching resmi, saya tak boleh komentar. Dengan regulasi Yamaha, apalagi sebagai pemimpin perusahaan, saya harus menaati role. Takutnya dianggap menyebarkan berita yang belum terjadi dan memengaruhi penjualan kompetitior. Ini juga bisa membuat dealer dan konsumen confuse (bingung),” ujar Dyon dalam pesan singkat kepada Kompas.com, Kamis (12/11), yang saat ini berada di Jepang.

Viper akan hadir ke pasar motor nasional tahun depan dengan mengusung model streetfighter. Salah satu indikasinya tampak pada tangki yang besar dan lampu utama futuristik dengan desain kotak. Begitu juga knalpot dan telapak ban. Kedua bagian itu dirancang lebih besar.

Mesin yang diusungnya sama dengan yang diaplikasikan ke produk pendahulu, V-ixion. Perbedaannya, Viper tak mengusung teknologi fuel injection, tetapi masih mengusung karburator konvensional. Kapan peluncurannya? Pihak YMKI kembali bergeming.

Sumber : kompas.com

April 2009, Penjualan Yamaha Salip Honda

JAKARTA-Setelah membuntuti penjualan di tiga bulan pertama 2009, Yamaha akhirnya menyalip Honda dan menjadi market leader industri roda dua di bulan April 2009.

Hasil ini cukup mengagetkan bila kita melihat pergerakan Honda di akhir tahun 2008 dan awal 2009 yang dengan gencar mengeluarkan Blade dan Absolute Revo.

Menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), di bulan April 2009, Honda membukukan penjualan sebanyak 155.789 unit dengan penguasaan market sebesar 40 persen.

AISI ChartNamun angka tersebut jauh lebih kecil dari perolehan penjualan Yamaha yang mencapai 189.082 unit dengan market share hingga 49 persen. Dan dengan angka tersebut Yamaha pun menggeser Honda di peringkat puncak penjualan motor bulan April.

Sementara pabrikan lainnya seperti Suzuki dan Kawasaki pun juga mengalami peningkatan penjualan dan merebut market share sebesar 9,6 persen dan 0,9 persen atau berhasil menjual masing-masing 36.901 unit dan 3.834 unit.
Dengan hasil tersebut maka secara kumulatif perbedaan di antara seteru abadi Honda dan Yamaha ini pun jadi semakin menipis.

Kepuasan Konsumen

Karena bila di bulan Maret jarak keduanya masih sekitar 44.970 unit maka di bulan April lalu, jarak keduanya pun menyusut jadi sekitar 11.677 unit saja.
Hingga bulan keempat 2009 tersebut secara kumulatif Honda berhasil menjual sebanyak 740.312 unit sementara Yamaha masih menguntit dengan perolehan 728.635 unit.

Promotion Supervisor PT. Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) Indra Dwi Sunda menyatakan bahwa hasil tersebut adalah hasil dari kerja keras Yamaha memenuhi kepuasan konsumennya. ”Menurut kami, kepuasan konsumen adalah segala-galanya,” ujar Indra.

Sebelumnya, Sukamto Margono, Marketing Sub Dept Head Astra Motor Semarang mengungkapkan sepanjang 2008 di Jateng Honda masih menduduki peringkat penjualan tertinggi dengan pangsa pasar mencapai 48,4%.

”Secara nasional pangsa pasar kami juga masih yang tertinggi, yaitu 46,3 persen, dengan angka penjualan selama satu tahun 2.874.576 unit.”Sukamto menyatakan untuk mempertahankan pangsa pasar ini pihaknya menerapkan beberapa strategi, antara lain memperluas segmen pasar. ”Saat ini dan ke depan,  Honda membidik pasar anak muda,” ujarnya.(bn, dtc-59)

sumber : suaramerdeka.com

Memahami Arti Kode Pada Ban Mobil

Bermula daari kekurangtahuan mengenai KOde Ban Mobil pada saat survey lapangan Scrap Ban di PT. PERTAMINA, akhirnya saya dapatkan informasi mengenai penjelasan Kode ban secara lengkap…

Berikut ini tiga hal yang perlu diperhatikan :KOde Ban

1. Ukuran ban
Bila Anda perhatikan, di sisi luar ban tertera kode 205/55R16 95H. Semuanya itu mempunyai penerjemahan sebagai berikut;

A. “205″ menunjukkan lebar telapak ban dengan satuan milimeter, jadi bukan diameter ban. Semakin besar angkanya, kian lebar telapaknya.

B.”55″ menandakan tinggi ban dalam satuan persen dari telapak ban. Gampangnya, tinggi yang dimaksud bisa Anda cermati mulai dari bibir pelek sampai telapak ban menempel ke permukaan aspal. Jadi, semakin kecil angkanya , semisal 50, maka jarak telapak ban dengan bibir pelek kian dekat.

C. “R” menunjukkan konstruksi ban ini radial.

D. “16″ merupakan diameter dari pelek yang sesuai. Berarti, pelek yang dipakai berukuran 16 inci.

E. “95″ mewakili beban maksimum yang bisa ditopang setiap ban. Angka tersebut memiliki load index sebesar 690 kg. Semakin besar, beban maksimumnya bertambah pula. Begitu sebaliknya.

F. “H” melambangkan batas kecepatan maksimum yang dicapai ban ini. Kode H ini ban boleh menembus kecepatan maksimum sampai 210 km/jam.

2. Usia ban
Seeperti halnya makanan, ban juga mempunyai waktu kadaluarsa. Umumnya, 3 tahun dari tanggal produksi atau menempuh jarak 60.000 km. Setiap pabrik ban punya pengkodean serta jumlah digit yang berbeda-beda. Itu bisa Anda temui bibir ban (dekat pelek) semisal 1608, berarti diproduksi minggu ke-16 tahun 2008.

3. Treadwear Indicator
Tanda ini merupakan ciri fisik yang terletak persis di keduaBan MObil sisi bunga ban. Diperkuat lagi dengan garis tebal yang membentang di antara kedua tanda yang mengindikasikan kondisi penggunaan ban. Jika ketebalan ban terutama pada grove sudah menyentuh garis tersebut, menandakan harus sudah diganti. Bahanya, saat hujan, cepat menimbulkan gejalan aquaplaning (mengambang). (Tim Autobild)

KODE KECEPATAN BAN
kode    Kec. maks (km/jam)
P                   150
Q                  160
R                  170
S                  180
T                  190
H                  210
V                 240
W                270
Y               >300

LOAD CAPACITY
Kode          Beban Maksimum (kg)
62                          265
63                          272
64                          280
66                          300
68                          315
70                          335
73                          365
75                          387
80 – 89              450 – 580
90 – 100            600 – 800

sumber : kompas.com