Karbon monoksida (CO) adalah gas tidak berwarna, gak berbau dan berasa. Muncul dari pembakaran ngak sempurna di mesin pembakaran dalam, akibat kekurangan oksigen atau kelebihan bensin dari kesalahan seting alat penyuplai gas bakar sistem manual.
Lantas agar kadar CO minim, penyuplai sistem injeksi yang sarat sensor pun diterapken. Seperti di Yamaha V-Ixion, Honda Supra X 125 PGM-FI (Honda Susi = Supra Injeksi) atau Suzuki Shogun 125 FI. Lalu yang jadi pertanyaan, apakah CO di injeksi masih perlu diseting. Mengingat adanya faktor keausan material dan perbedaan suhu sekitar.
Jelasnya, baca terusss!
YAMAHA V-IXION : SETING DI BENGKEL RESMI
Meski ditegaskan pabrikan tak perlu lagi seting CO, namun para penyemplak V-ixion banyak yang penasaran. Pengin coba seting di bengkel resmi. Apalagi Yamaha sudah membekali tiap bengkel dengan alat pendiagnosa bernama FI Diagnostic Tool.
Secara teknis, bila alat ini dicolok ke salah satu kabel di ECU (Electronic Contol Unit), maka FI Diagnostic Tool akan memberi info lengkap. Tentang kondisi injeksi maupun komponen penunjang kerja injeksi. Termasuk info CO yang banyak jadi pegangan bikers.
“Pabrikan pasti menyetel CO itu dalam batas aman untuk regulasi emisi. Karena itu setel di angka 0,” kata Riswandi, Manager Education-Service, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI).
Lebih lanjut beliau menjelaskan, bahwa untuk wilayah Indonesia pada umumnya cukup di angka itu. “Tapi memang kadang ada konsumen minta tambah atau dikurangi. Tindakan itu tentu ada konsekuensinya,” lanjut Riswandi
Alat ini sendiri bertugas melakukan adjuster atau penyetingan dengan range (jarak) antara -30 sampai +30. Maksudnya bila angka dinaikkan atau (+) bertambah, artinya campuran gas bakar akan kaya bensin. “Efeknya tenaga memang bertambah,” terang pria ramah ini lebih lanjut.
Riswandi juga menjelaskan, bahwa jika penambahan ini dilakukan, berarti angka CO meningkat atau emisinya juga berlebih.
Penambahan ini mungkin dapat dilakukan di daerah yang relatif dingin. Oh ya, setiap penambahan satu angka maka yang terjadi adalah penambahan suplai bensin sebesar 0,05 cc lebih banyak dibanding sebelumnya.
Sedangkan kalau angkanya dibuat minus atau di bawah 0, maka itu artinya miskin bahan bakar. “Efeknya mungkin tarikan agak enteng tapi tidak bertenaga. Selain itu mesin juga akan lebih cepat panas,” lanjut pria yang bisa ditemui di DDS Jakarta, Jl. Letjen Suprapto, No. 402, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Alat diagnosa ini sendiri punya tiga kabel. Kabel hijau disambungkan ke self diagnostic yang posisinya di bawah jok, warna merah ke (+) aki dan hitam ke (-). Untuk seting CO, kunci kontak harus dalam kondisi ON atau nyala.
HONDA SUPRA X 125 PGM-FI : DISARANKAN SETINGAN PABRIK
Untuk Supra X 125 PGM-FI, prinsip kerja seting CO juga sama dengan Yamaha. “Kalau digeser plus jadi kaya bensin, namun polutan CO jadi tinggi,” kata Bejo, kepala mekanik Jakarta Honda Center.
Tapi doi tetap menyarankan konsumen agar tetap mematuhi setingan CO sesuai pabrikan. Karena kondisinya sudah siap dengan berbagai kondisi alam Indonesia. “Lagian kan motor seperti itu nggak buat balapan,” kata Bejo.
SUZUKI SHOGUN 125 FI : PERCAYA SENSOR INJEKSI
Berbeda dengan produk lainnya, Suzuki lebih mempercayakan setingan yang sudah dipatentkan pabrikan. Maksudnya mekanik tak perlu repot harus melakukan pekerjaan ini, sementara konsumen tidak perlu khawatir kadar CO di motornya meningkat.
Tentu dari keterangan ini Suzuki bukan bermaksud mengatakan tak punya alat diagnosa. Tapi setingan yang sekarang, kadar CO motor ini sudah standar EURO II. Lagi pula injeksi kan lebih pintar, mudah perawatan dan didukung beberapa sensor.
“Nah, tugas sensor ini yang nanti memberi sinyal ke ECM, untuk selanjutnya memerintah regulator dan injector mengatur debit bensin ke ruang bakar. Makanya konsumen nggak usah khawatir. Kecuali jika ada kebocoron udara palsu di seputar throttle body,” ujar Josef Anthony, kepala instruktur training roda dua, PT Indomobil Suzuki International.
Jadi begitu tugas sensor.
Penulis/Foto : Nurfil, Kris/Nurfil, GT
Sumber : motorplus-online.com
ada dijual engga alat diagnostic toolnya, terutama softwarenya. jadi baiknya untuk kanalpot racing settingan ecu nya brapa???
yg pasti Dealer Yamaha Yg Punya Bro…ga dijual bebas…klo pgn larinya kenceng minta aja sama mekanik Tambah settingan CO….konsekuensinya….bensin boros..moga membantu
good day, i live in Bermuda and can someone tell me how i can buy this diagnostic tool for my v-ixion please thank you.
ada yang butuh F! Diagnostic Tool gak??????? klau ada yg butuh call me ok bro
saya mo buka bengkel,tapi belum tau caranya membeli fi diagnostic tools,dimana caranya? dan berapa harganya? dan kalau melepas pelek cw motod matic bagaimana caranya?
bro Aldyn gue butuh FI diagnosticnya nih…please email me….thx
om harga FI diagnostic berapa….?
kalo buat honda ada ga? FI diagnostic
temenku dah punya tuh, dan bukan bengkel resmi yamaha…liat di hkuracing.com
yang punya FI Diagnostic Tool n mo dijual hubunngi 081905080339 ditunggu segera gan,,,,,,,,
w jga mau tuh, dmna ya w bsa beli diagnostig tool nya?
saya pingin tau tentang kerja nya fi diagnostik.
arti kode c41 dari FI Diagnostic Tool pada motor vixion
bro saya juga butuh alat itu pengen beli tapi gak tau tempatnya?????kalo ada yang jual tolong hubungi di 085654035082
saya mau jual fi diagnostic tool.barang masih baru+manual book.yang minat bisa hubungi 089665622907
saya jg mau beli alat itu, kl ada info tolong email alamat dan harga barang tsb ke dhanusasmito@yahoo.com, serius….
kl ada yg tau jual alat f1 Diagnostic Tool, tlng hb: email:(grey_mahes@yahoo.com).berpa harganya,tolong bozz…….
saya mau jual FI Diagnostic Tool.Barang baru+Manual book.Minat bisa hubungi 089665622907.Thank’s
untk smua mtr injeksi bisa di pakai ngk om?…..
saya mw beli fi diasnogtic tool
saya jga mau bli klou da info email y di bahry_sofyanto@rocketmail.com makasih yuaaaa…
harga nya brp gan?
d mana belinya alat fuel injection diagnostic tool
d mana belinya alat fuel injection diagnostic tool ?????????
analisa co harus posisi kontak on atau harus dlm posisi mesin hidup ?
brapa siih harganya?